Mengenal Eating Disorder

eatingDisorder

Eating Disorder atau gangguan makan merupakan kebiasaan makan abnormal yang bisa mengakibatkan asupan makan tidak mencukupi atau berlebihan hingga merugikan kesehatan individu secara fisik dan mental.

Anggapan umum yang mempersepsikan tubuh langsing sebagai bentuk tubuh ideal, menjadi salah satu penyebab maraknya kasus Eating Disorder (ED). Rasa cemas yang berlebihan ketika mengkonsumsi makanan, menimbulkan tindakan kompulsif untuk menenangkan pikiran.

Secara umum ada tiga jenis gangguan ED yang banyak ditemukan, yaitu:

1. Binge Eating

Disebabkan oleh pola makan yang tidak benar. Umumnya terjadi pada masyarakat perkotaan yang karena pengaruh lingkungan, mereka tidak bisa menghindari pola makan yang berlebihan. Ajakan dari lingkungan sekitar untuk makan dan makan lagi, membuat penderita merasa tersiksa dan bersalah karena takut gemuk. Biasanya setelah itu mereka akan diet ketat untuk menurunkan berat badannya, tapi setelah itu gemuk lagi karena tetap tidak bisa menghindari ajakan makan orang-orang disekitarnya. Akibatnya berat badannya pun turun naik karena mengalami yoyo syndrome.

2. Bulimia

Pada penderita bulimia makanan yang dikonsumsi akan dihitung kalorinya sehingga ia tidak mau makan terlalu banyak. Biasanya makanan hanya dicicipi saja, tapi lalu dimuntahkan kembali. Hal tersebut dilakukan karena dirinya merasa takut makan terlalu banyak kalori. Parahnya mereka kadang menggunakan alat bantu untuk memuntahkan makanannya, bisa dengan menyogokkan sikat gigi ke tenggorokan atau dengan bantuan obat pencahar.

Selain itu mereka juga berusaha menghilangkan kalori secara ekstrim melalui olahraga. Misalnya, setelah makan sebanyak 500 kalori, lalu ia akan mengharuskan dirinya membakar sampai 1000 kalori.

3. Anoreksia

Penderita anoreksia umumnya tergolong orang yang pintar, memiliki kontrol diri yang sangat baik, melek teknologi dan banyak membaca buku. Mereka memiliki perhatian yang lebih terhadap berat badan. Latar belakangnya biasanya dipicu oleh adanya anggota keluarga yang gemuk.

Meski merasakan lapar yang amat sangat, orang dengan anoreksia umumnya tidak bernafsu makan sehingga mengalami penurunan berat badan yang drastis. Bahkan ketika berat badan sudah dibawah normal, mereka tetap saja merasa gemuk. Penderita Anoreksia akan selalu kerakutan alias fobia makan saat melihat makanan.

Berat badan ideal memang bukan hanya soal penampilan semata, tapi juga menyangkut kesehatan. Kalau pemikiran ini dipahami dengan benar dan di sadari mestinya Anda tidak akan mengambil jalan pintas untuk mendapatkan tubuh yang ideal. Meskipun diet bukan pekara mudah, masih ada alternatif lain yang bisa jadi pilihan untuk mensukseskan program penurunan berat badan Anda. Salah satunya adalah dengan menggunakan suplemen diet. Pastikan yang Anda konsumsi adalah suplemen diet yang aman bagi kesehatan. Dan ingat, fungsi suplemen diet hanya membantu mempercepat penurunan berat badan. Selanjutnya adalah menjadi tanggung jawab Anda sendiri untuk tetap bisa menjaga pola makan dan aktivitas yang seimbang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *





You might also likeclose